Sabda-Mu Abadi
Sunyi yang Mendidik
Yoel M. Indrasmoro · 07 Agu 2026 · 4 menit baca
Sunyi bukan kekosongan; di dalamnya Tuhan berbicara.
“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!”
“Diamlah dan ketahuilah.” Dalam bahasa aslinya, kata itu berarti melepaskan tangan dari kemudi, berhenti berjuang sejenak. Ini perintah yang paling sulit diikuti oleh orang yang terbiasa mengisi setiap detik.
Kita takut pada sunyi karena sunyi memaksa kita berhadapan dengan diri sendiri. Tetapi justru di situ Allah menunggu — bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyapa.
Sunyi bukan kekosongan. Sunyi adalah ruang tempat suara-suara lain meredup, sehingga suara yang paling pelan sekalipun dapat terdengar.
Sobat Media, sisihkan lima menit hari ini tanpa suara. Biarkan sunyi mendidik jiwa kita: bahwa kehadiran lebih penting daripada kecepatan, dan perhentian lebih produktif daripada kesibukan tanpa arah.
Ditulis oleh Yoel M. Indrasmoro · Seri Sabda-Mu Abadi