Sabda-Mu Abadi
Memandang Yesus
Yoel M. Indrasmoro · 09 Agu 2026 · 4 menit baca
Ketika pagi datang, yang pertama kita lihat menentukan arah hari itu.
“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya; semuanya baru setiap pagi.”
Pagi ini, sebelum membuka media sosial, cobalah memandang Yesus lebih dulu. Bukan sekadar membuka Alkitab karena kewajiban, tetapi membiarkan kasih-Nya yang baru setiap pagi menemukan kita.
Ratapan ditulis di tengah reruntuhan Yerusalem. Namun di sanalah Yeremia menuliskan kalimat paling cerah dalam kitab itu: kasih setia Tuhan tak berkesudahan. Kesetiaan itu bukan untuk orang yang sempurna, melainkan untuk mereka yang masih bertahan di tengah reruntuhan.
“Semuanya baru setiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” — Ratapan 3:23
Kasih yang baru setiap pagi adalah kasih yang tidak pernah basi. Setiap kegagalan kemarin tidak boleh membungkam suara kasih hari ini. Ini bukan soal perasaan, melainkan keputusan untuk mempercayai Dia yang berpegang pada janji.
Hari ini, Sobat Media, pandanglah Yesus. Biarkan kesetiaan-Nya menata ulang cara kita memulai hari: dari genggaman gawai, kepada Hati yang terlebih dahulu menyapa kita.
Ditulis oleh Yoel M. Indrasmoro · Seri Sabda-Mu Abadi