Dari Mimbar ke Pasar
Pasar dan Mimbar
Yoel M. Indrasmoro · 16 Agu 2026 · 6 menit baca
Iman yang jujur dimulai dari tempat kita bekerja dan berjual beli.
“Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, dan kita ada.”
Paulus berdiri di Areopagus, pasar pemikiran Athena. Ia tidak menuntut orang meninggalkan kota; ia menegaskan bahwa Allah yang memberitakan kabar baik justru ditemukan di tengah kota — di pasar, di alun-alun, di meja kerja.
Banyak dari kita memisahkan kehidupan rohani dari kehidupan pasar. Minggu pagi untuk Allah, enam hari lainnya untuk dunia. Paulus menolak pemisahan itu: “Di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada.”
Mimbar yang sesungguhnya bagi kebanyakan orang Kristen bukan mimbar gereja, melainkan pasar tempat mereka setiap hari membuktikan bahwa Kristus mengubah cara berdagang, cara berbicara, dan cara memperlakukan orang lain.
Hari ini, jadikan pekerjaanmu mimbar. Bukan dengan berkhotbah, tetapi dengan jujur, sabar, dan murah hati — tanda bahwa kita sungguh telah berjumpa dengan Dia.
Ditulis oleh Yoel M. Indrasmoro · Seri Dari Mimbar ke Pasar