Dari Mimbar ke Pasar
Gandum dan Lalang
Yoel M. Indrasmoro · 09 Agu 2026 · 5 menit baca
Tuhan yang menumbuhkan, kita yang setia menabur.
“Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai.”
Dalam perumpamaan gandum dan lalang, para hamba ingin segera mencabut lalang. Sang tuan justru berkata: biarkan keduanya tumbuh sampai panen. Ada hikmat yang melampaui ketidaksabaran kita.
Kita sering tergoda untuk mengadili: memisahkan sendiri mana yang baik dan buruk, mana yang layak bertahan dan mana yang harus dibuang. Yesus mengingatkan bahwa penilaian final bukan di tangan kita.
Kerja orang percaya bukan mencabut, melainkan menabur dan menumbuhkan. Sisanya, biarlah Tuan yang memutuskan pada musim panen. Ini melegakan: kita tidak perlu menjadi hakim atas hidup orang lain.
Di tengah dunia yang campur baur, panggilan kita sederhana: taburlah kebaikan, rawatlah apa yang tumbuh, dan serahkan hasilnya kepada Tuhan yang menumbuhkan.
Ditulis oleh Yoel M. Indrasmoro · Seri Dari Mimbar ke Pasar